Home

Nah,ini dia lanjutan dari subjudul DISPUTE yang Little bikin.Monggo……..

  •  

“A..ada apa?” tanya Ruby tergagap-gagap.

   “Ruby”

“I..iya?”

            “Buatkan aku kopi”

            “Apa?”

            “Apa kau sudah tuli,buatkan aku kopi,bodoh!”

“Kenapa tidak buat sendiri saja? Kau kan punya kaki dan tangan…” jawab Ruby ketus.

            “Hemh!!”

“Memangnya tugas kakak belum selesai ya?” tanya Ruby pada dirinya sendiri.

“Apa?!!” teriak Ruby histeris. “Ternyata sejak tadi Riku hanya chattingan dengan kak Shinta?!!

BUAGHH!! Dua kamus tebal bahasa inggris dan arab tiba-tiba saja terjatuh dari langit dan tepat mendarat di ubun-ubun Ruby.

“Aaaa….!!!!”

  • ·
  • ·
  • ·

“Ibu….kami berangkat dulu ya!! Assalamualaikum!!” teriak Ruby dari luar rumah.

“Ya hati-hati!”

Mereka berdua berjalan menuju sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumahnya itu.Namun masih sama seperti hari-hari panjang Ruby dan Riku kalau mereka tidak bicara sedikitpun.Malah Ruby asyik main Hp sendiri sedangkan Riku dengan wajah dinginnya hanya melangkah dengan tatapan lurus.

Setelah sekolah usai Ruby memutuskan untuk segera pulang.Karena sekarang kakaknya sedang ada urusan bersama teman-teman Hitlernya,yang entah urusan apa,penting atau tidak yang jelas ini adalah hari melegakan bagi Ruby karena di kamarnya tidak ada lagi orang dengan tingkat ketajaman mata melebihi monster Hulk itu yang selalu membuatnya risih.

Perlahan pintu kamar ia buka.Lalu diletakkannya tas berwarna coklat itu di meja belajar.Tampak kepingan-kepingan mobil mainan Riku masih tergeletek tak dirapikan.Ruby pun memungut benda itu dan ia letakan di atas kasurnya.Kini ia berpikir sejenak,memang mobil mainan ini bagus,apalagi benda merah yang sudah rusak ini adalah pemberian kak Shinta.Kalau saja Ruby memperbaikinya pasti Riku tidak akan marah lagi dan menjitak kepalanya.Dia mengangguk pelan,dan merasa yakin dengan rencana perbaikannya itu.

Kemudian Ruby mengganti pakaiannya dan berjalan bersama mobil-mobilan merah tua kakaknya yang ia masukan ke dalam kotak menuju tempat Raka,teman sekelasnya yang rumahnya hanya berseling empat rumah.Raka pasti bisa memperbaiki ini,pikir Ruby mantap.

“Em…apa itu?”

“Mobil”

“Apa kau berniat menjualnya padaku? Tidak Ruby terima kasih,tapi mainan seperti itu sudah banyak di rumahku…”

“Siapa yang mau jual,aku mau kau memperbaikinya.Lagipula mobil ini punya kakakku dan karena aku yang merusaknya…”

“Lalu aku yang harus memperbaikinya.Iya?” ucap Raka memotong perkataan Ruby.

“He he…..” kemudian Ruby menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal sama sekali.

“Punya uang berapa kau?”

“Ayolah Raka….kenapa tiba-tiba kau jadi seperti rentenir begini…”

“Segala sesuatu itu ada harganya Ruby…”

“Hahh! Masa sama temanmu sendiri kau minta bayaran?”

“Iya,iya! Hanya sekali saja.Lain kali kau harus membayarku..”

“Dasar mata duitan!”

Setelah mainan spesial Riku itu menjadi bagus lagi,Rubypun bergegas menuju rumahnya.Ia begitu tidak sabar ingin menunjukkan benda yang telah ia rusak dan kini telah ia perbaiki pada kakaknya.”Hey…Ruby! Kau mau kemana?!” teriak Raka.

“Aah! Aku pulang dulu ya….!!” balas Ruby setelah berlari melewati halaman rumah Raka.

“Ruby,kenapa tidak main disini dulu…” kata seorang wanita yang ada di samping Raka yang tidak lain adalah ibunya.

“Maaf tante,lain kali saja.Assalamualaikum!!”

“Ya,lain kali kau harus bayar” batin Raka.

Sesampainya di rumah iapun langsung menuju kamar.Namun setelah ia memasuki ruangan ternyata kakaknya belum nampak.Padahal ia sudah lama berada di rumah Raka,tapi Riku belum juga pulang.Ia pun melirik jam weker yang ada di meja belajarnya,sudah menunjukkan pukul 4.30 sore.

Sambil menunggu kakaknya pulang Ruby pun langsung melihat-lihat rak buku Riku.Selama si empunya tidak ada di rumah,ini kesempatan bagus untuknya,siapa tahu ia menemukan sesuatu seperti surat cinta dari dan atau untuk kak Shinta,pikirnya licik.Memang selama mereka berada di dalam kamar bersama,Riku melarang adiknya itu untuk menyentuh semua barang-barangnya dengan alasan pasti ada sesuatu yang rusak setelahnya.Dan tidak segan-segan lagi jika adik kembarnya kedapatan membuka lemari atau sekedar menggrepe-grepe komputernya ia langsung menjitak kepala Ruby atau menjatuhkan dua kamus tebal seperti yang ia lakukan beberapa hari terakhir.

Tak lama setelah ia membuka-buka buku catatan kakaknya,pemilik sebenarnyapun datang.Langsung Ruby meletakan buku itu ke tempat semula dan celingukan seperti orang yang sedang mencari sesuatu.Ia menengok ke bawah,lalu membungkukkan badannya dan melihat kolong meja belajar Riku dan lagsung berdiri tegap lagi.Riku yang melihat tingkah laku adiknya tampak keherenan.

“Sedang apa kau?” tanyanya selalu dengan nada ketus.

“Aa..oh,itu…aku sedang mencari pulpenku yang menggelinding ke bawah sini..” jawab Ruby sekenanya.

“Ohh..” jawaban Riku terlalu singkat di telinga Ruby.

“Ah? Kakak kan biasanya ngomel-ngomel dulu.Tapi sekarang tidak,apa dia sudah insyaf dengan segala kedzaliman terhadap adik terimutnya ini?” pikir Ruby.

Setelah Riku meletakkan tasnya,iapun melepas seragam sekolah dengan maksud mengganti pakaiannya.Dan tentu saja ini membuat Ruby kaget setengah mati.Pasalnya selama ini

kakaknya itu tidak pernah sembarang telanjang dada di depannya.Melihat ini,jantung Ruby menjadi berdetak lebih kencang dan aliran darahpun menjadi terlalu cepat.Bukan karena ia mengagumi dada bidang kakaknya,tapi karena ia merasa kalau si mata tajam itu sedang tidak beres.

Ruby menggelengkan kepalanya perlahan.Berharap apa yang ia lihat adalah sekedar mimpi.Tapi sayang,kejadian ini nyata adanya.Lalu,iapun menelan ludah yang  dirasa dengan susahnya untuk masuk ke tenggorokan.

“Kakak….” ucapnya pelan.

Melihat Riku sejak awal diperhatikan oleh adiknya,iapun menolehkan kepalanya dan menatap Ruby dengan tatapan yang tidak terlalu tajam seperti biasanya.Malah ia tersenyum dan sontak itu membuat bulu kuduk Ruby berdiri bak melihat setan di waktu Maghrib.Dan sekarang Ruby berpikir kalau kakaknya sedang kesurupan.

“Te..tersenyum?”

“Kenapa kau melihatku seperti itu hah?”

“Ti..tidak” jawab Ruby jadi salah tingkah.

“Kau…naksir padaku kan?”

“APA!!!”

“Ya,ya…kau telah terjerat pesonaku.Sudah ya,aku mau mandi dulu…”

“Aku masih normal!!!”

“Muach!” lalu Riku memberikan kissmark andalannya.

“Egh…Me..mengerikan sekali…” ucap Ruby sambil menggigit bibir bawahnya.

Matahari yang sejak tadi tenggelampun mengganti hari menjadi lebih gelap.Malam ini baru pukul 8,tapi rasanya Ruby mengantuk sekali,padahal ia belum menyelesaikan tugas menggambarnya dari sekolah.Terpaksa ia menyelesaikannya dulu sebelum merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk dengan nyamannya.Kini ia tampak serius dengan pekerjaannya,mengingat dia adalah orang yang paling senang jika berhubungan dengan gambar menggambar.

Perlahan,rasa kantuk yang sempat menggerayangi matanya itupun kian memudar.Dan sekarang barulah ia menyelesaikan proyeksinya itu.Memang tidak butuh waktu lama,tidak seperti kakaknya yang bodoh jika diberi tugas menggambar,ledek Ruby.

Tak lama setelah Ruby menutup buku gambar dan membereskan alat-alat gambarnya,tiba-tiba kakaknya yang baru saja ia bicarakan berdiri di hadapannya.Lalu ia menunjukkan mobil-mobilan yang sudah diperbaiki itu.

“Kau yang memperbaiki ini?”tanyanya ramah.

“Aa…um…sebenarnya aku menyuruh Raka”

“Oh,baguslah.Kalau kau sudah sadar dengan kesalahanmu!” kata-katanya kembali ketus.

“Apa? Kau bilang apa?”

“Itu ucapan terima kasih bodoh!”

“Apa ucapan terima kasih harus terdengar memaki-maki hah?!!”

“Hmh!” Riku kemudian meninggalkan Ruby di tempatnya.

“Dasar kakak menyebalkan sedunia!!”

  • ·
  • ·
  • ·

“Cepat bersihkan lantainya atau kau akan kujadikan lap pel!”

“Tapi kakak yang menjatuhkan tintanya kan,kenapa tidak kau saja!”

“Kau berani membantahku?!”

“Iya! Memangnya kenapa?!”

BUAGHH!!

Sekali lagi kamus bahasa inggris dan arab secara bersamaam dan bergandengan tangan terjatuh dari langit dan mendarat di ubun-ubun Ruby dengan mulusnya.

“Aaaaa….!!!”

~o0o~

Hah hah hah hah……*ngos2an

gimana ceritanya? Pasti jelek bin hancur kan? Typos bertebaran dimana2,penggunaan EYD yang tidak pada tempatnya dan menyebebkan gejala mual-mual saat membaca,radang pada mata saat mengulik cerita,deman dengan tiba2 segera setelah mengklik tulisan “masih berminat untuk membaca? Klik” juga bersin2 saat mencoba melanjutkan ritual membaca sampai dengan hilangnya mafsu makan setelah membaca sampai akhir.Jika para riders sekalian mengalami itu,just don’t follow this story😦  😦

tapi bagi riders yang suka,tetap ikuti kisah selanjutnya!!! *sumringah

 

jangan lupa komen….

 

🙂

berkomentarlah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s